Wednesday, August 1, 2012

Epiphenomenalism

Banyak orang yang membuat teori bermacam2 tentang kesadaran atau consciousness.

Ada yang mengatakan jika kita menyadari apa yang kita lakukan, maka itulah yang disebut dengan kesadaran. Padahal pernyataan tersebut bisa terbantahkan cukup dengan hanya satu kalimat tanya, "Jika si A membunuh orang lain dengan kesadaran penuh karena membutuhkan imbalan dari jasa pembunuhan itu, apakah itu juga disebut kesadaran?"

Ada lagi yang mengatakan bahwa kesadaran itu adalah menyadari adanya kaitan antara kita dengan higher inteligence atau The Source, padahal kaitan2 itu hanyalah sebatas imajinasi yang tidak pernah bisa dibuktikan. 

Jadi sebetulnya apakah yang disebut dengan kesadaran itu? Tidak ada jawaban yang pasti atas pertanyaan tersebut. Baik para ilmuwan ataupun dukun2 sakti mandraguna hanya bisa mengira2 definisi apakah yang paling tepat untuk kata kesadaran itu. 

Eksperimen dari Benyamin Libet membuktikan bahwa "sebuah keputusan dalam otak kita telah dibuat beberapa saat sebelum kita sendiri menyadari keputusan tersebut".

Inilah yang disebut dengan Epiphenomenalism, yaitu sebuah teori dari filosofi pikiran yang menyatakan bahwa aktivitas mental dalam pikiran itu terjadi karena adanya aktivitas fisik dalam otak. Anggapan selama ini bahwa pikiran, rasa atau sensasi itu dapat memberikan reaksi secara fisik sebetulnya hanyalah sebuah ilusi belaka pada kasus2 tertentu. Sebagai contoh, rasa takut atau rasa cinta bukanlah yang menyebabkan jantung berdenyut semakin cepat karena dua2nya hanyalah simptom fisiologis yang umum, tetapi diduga besar kemungkinan ada faktor2 luar yang turut mempengaruhinya.

Lanjutkan baca link ini : 
http://www.consciousentities.com/experiments.htm#libet

No comments:

Post a Comment