Wednesday, August 29, 2012

Kebutuhan dan Keinginan

Dalam hidup ini sering kita sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan (needs and wants). Ada yang mengatakan bahwa hidup ini cukup dijalani seperti air mengalir, padahal hidup seperti air itu adalah hidup yang tanpa pilihan, sepenuhnya tergantung pada faktor luar dan menyia-nyiakan semua intelejensia yang ada.

Ada juga yang mengatakan bahwa hidup ini ngga usah kakehan karep (banyak keinginan), padahal semua teknologi yang kita kenal selama ini adalah hasil dari pemikiran yang kakehan karep itu. Selain itu ini juga menunjukkan ego yang tinggi dengan berharap orang lain yang mengembangkan peradaban dan ngurusi orang2 lainnya, sedangkan kita mengambil keuntungan untuk mencari pencerahan sendiri dengan tidak melakukan apa2.

Jadi sebetulnya keinginan itu adalah kebutuhan yang sudah meningkat levelnya. Contohnya, untuk tidur itu hanya butuh tikar, tapi faktanya spring bed lebih laku dibandingkan tikar. Tikar lebih banyak digunakan sebagai alas pertemuan, ibadah atau alas mayit. 

Begitu juga dengan pakaian. Kita pasti perlu memilih juga pakaian mana yang perlu dikenakan untuk pergi ke kantor dan ngga mungkin ngantor pakai daster atau piyama. :)

Jadi dalam menjalani hidup ini ngga perlu cari2 mana yang terbaik karena setiap probabilitas akan menghasilkan probabilitas yang lain dan tidak perlu terpaku pada salah satu gaya hidup tertentu. Tidak ada jaminan apapun apakah seorang Bunda Theresa itu akan menjalani afterlife yang lebih baik dari Steve Jobs. Tidak ada jaminan juga bahwa ustajah Irene Handono akan menjalani afterlife yang lebih baik dari Madonna atau Jelo. :)

No comments:

Post a Comment