Monday, August 27, 2012

Menilai dan Menghakimi

Beberapa waktu yang lalu saya melihat asbak di smoking area kantor. Asbak itu begitu kotor dan layak untuk dibersihkan. Di sini saya sudah membuat persepsi tentang apa yang disebut kotor dan bersih dan pikiran saya lalu melayang ke cara membersihkannya. Dalam hal ini saya telah memberi nilai pada sebuah asbak dan nilai tersebut sangat tergantung pada standard pribadi yang saya gunakan walaupun dalam hal ini standard pribadi itu tidak berbeda jauh dengan standard yang umum berlaku.

Begitu juga pada waktu saya melihat seseorang apakah itu dari tutur bahasanya, perilakunya atau foto profilnya. Ada banyak persepsi yang muncul di sana. Misalnya, saya menilai bahwa orang2 yang suka ganti foto profil itu adalah orang2 yang narsis tapi bisa juga orang yang labil dalam bersikap. Ada juga seseorang yang saya kenal sejak jaman dulu sampai sekarang tidak pernah ganti foto profil. Saya berasumsi bahwa ybs adalah orang yang sangat konsisten dan tidak suka narsis walaupun di wall-nya kadang2 muncul juga foto pribadinya sedang bergaya. :)

Kita lihat persamaan antara mempersepsikan asbak dengan perilaku seseorang. Dalam hal ini memberi nilai itu tidak beda jauh dengan menghakimi. Bedanya, kalau menghakimi itu biasanya untuk persepsi yang buruk, sedangkan menilai itu bisa untuk hal yang buruk atau baik.

Yang penting, jika menilai atau menghakimi seseorang itu jangan pernah terdengar oleh ybs karena itu bisa membuat ybs sakit hati, dan sakit hati itu adalah salah satu penyebab perang2 besar di dunia ini. :)

No comments:

Post a Comment