Thursday, August 23, 2012

Persepsi

Pada suatu saat pasti kita pernah melihat benda bergerak diantara ranting pepohonan. benda itu berwarna gelap dan berpindah2 dari satu dahan ke dahan yang lain. Dari awal kita sudah menduga bahwa itu adalah binatang, hanya saja belum jelas binatangnya apa. Tidak mungkin kita menduga itu adalah sepeda motor mini atau pesawat remote control yang bisa bergerak seperti itu. Kita perhatikan bahwa di sini kita sudah menggunakan praduga awal atau persepsi awal. Kemampuan membuat praduga ini sangat tergantung pada jumlah data yang ada di memori kita.

Setelah kita semakin mendekati pohon2 itu, barulah bisa diketahui bahwa itu adalah anak2 musang yang sedang berkejar2an. Kita bisa tahu itu adalah musang karena ada database musang dalam memori kita.


Kalau kita ringkas, ada tahapan awal berupa persepsi, yang disusul dengan pengamatan dan akhirnya sampai pada kesimpulan jika data tersebut sudah ada di memori kita. 
Yang menjadi masalah adalah jika persepsi awal sudah keliru, misalnya menduga itu adalah sepeda motor mini, setelah itu ditambah lagi dengan pengambilan kesimpulan yang keliru karena benda tersebut hanya mirip2 dengan yang ada di database memori kita. Misalkan disangka kucing padahal musang.

Kita lihat ini adalah fenomena yang jelas2 bisa diindera tetapi bisa menghasilkan kesimpulan yang salah. Bayangkan jika yang kita lihat itu hanyalah imajinasi yang tidak bisa diindera, anggaplah imajinasi yang muncul pada waktu meditasi atau pada waktu kondisi setengah sadar, kira2 seberapa besar kemungkinan salahnya dibandingkan benarnya?

No comments:

Post a Comment