Monday, August 20, 2012

Tujuan Hidup

Target hidup itu sebenarnya gampang2 saja. Ngga perlu ikut2an katanya orang gini gitu. Harus tahu mati sebelum mati. Harus tahu jalannya mati. Harus manunggal dengan gusti. Harus menekan ego dan lain2. Toh semua itu masih konon katanya sahibul hikayat yang bersumber pada mitos yang ada pada kitab2 purba.

Target yang sesungguhnya adalah sehat dan banyak uang. Dengan uang itu bisa membeli sebagian besar harapan dan cita2 kita. Soal ada yang mengatakan bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan uang, itu hanya teknis ngelesnya orang2 yang pas2an. Untuk bisa makan itu perlu uang kecuali berharap belas kasihan sanak keluarga tetangga atau hidup di hutan makan daun2 mentah.

Dengan uang, kita bisa berbuat sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang lain. Bisa beramal lebih banyak. Bisa menggaji orang2 pinter untuk mengajari kita. Bisa membuat eksperimen demi kemajuan umat manusia. Bisa menterjemahkan buku2 untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.

Sampai di sini biasanya ada lagi yang menyangkal bahwa banyak uang itu bisa membuat lupa diri. Faktanya banyak agamawan, spiritualis, meditator dan orang2 suci yang juga bisa lupa diri. Tidak ada kaitan langsung antara mendalami spiritual dengan perubahan perilaku. Perilaku itu berhubungan dengan genetika. Turunan rampok memiliki probabilitas yang lebih besar untuk menjadi rampok. Itu sudah hukum alam.

Oleh karena itu, carilah uang sebanyak2nya tanpa harus meninggalkan moralitas, simpati dan empati. Raihlah cita2 setinggi langit. Belajarlah sampai ke negeri China. Lupakan belajar mati sebelum mati karena kematian itu akan datang dengan sendirinya dan tidak perlu dipelajari. Dulu pada waktu dilahirkan kita juga tidak pernah belajar lahir.

No comments:

Post a Comment