Sunday, September 9, 2012

Anima and Animus

Anima dan animus adalah sebuah konsep dalam bidang psikologi yang diperkenalkan oleh Carl Jung. Dalam kondisi unconscious dari seorang pria akan ditemukan ekspresi watak kewanitaan yang disebut dengan Anima. Begitu juga sebaliknya, dalam kondisi unconscious dari seorang wanita akan ditemukan ekspresi watak kemaskulinannya yang disebut dengan Animus.
Konsep itu tentunya sejalan dengan sebuah pemikiran bahwa ruh (jika ruh itu ada) tidak memiliki jender. Gender dalam personality itu baru muncul setelah memiliki jasad. Dari berbagai literatur yang membahas hal2 sejenis ruh, kita bisa mengetahui bahwa tuhan, malaikat, setan dan semua entitas yang sejenis dengan ruh itu sama sekali tidak memiliki jender. 

Jika watak2 yang ada dalam wilayah unconscious itu muncul ke permukaan, jadilah mereka itu menjadi pria yang kemayu atau wanita yang perkasa. Tidak ada yang salah dengan hal ini karena semua itu terjadi pada level genetika, dan sangat sulit untuk bisa diubah. Contohnya, untuk mengubah seseorang yang pemarah menjadi orang yang sabar dan penyantun itu juga membutuhkan effort yang luar biasa. Apalagi mengubah watak2 yang lain.

Jadi lebih baik kita terima apapun hasil penciptaan yang ada pada diri orang lain dan jangan pernah membanding2kan dengan diri kita sendiri. Sudah wajar jika setiap manusia itu memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan. Yang tidak wajar adalah membanggakan kelebihan diri sendiri padahal sebagian besar kelebihan itu hanyalah berasal dari proses genetika yang sering kita sebut sebagai "karunia", bukan dari usaha sendiri.

No comments:

Post a Comment