Saturday, September 1, 2012

The New World Order

"If I were reincarnated, I would wish to be returned to Earth as a killer virus to lower human population levels" - Prince Phillip, Duke of Edinburgh.

Begitulah pernyataan dari pangeran Phillip, salah satu sosok yang konon disebut sebagai member dari The New World Order.

Depopulation saat ini sudah mulai berjalan. Teknologi genetika sudah mampu mengubah nyamuk yang bisa membasmi jentik demam berdarah. Bukan hal yang sulit lagi jika ingin membasmi manusia dari ras tertentu atau yang memiliki rhesus darah tertentu.

Dalam sebuah masterplan untuk kelanggengan kekuasaan dan kemampuan bertahan hidup, jangan pernah mempertanyakan masalah moralitas. Evolusi itu bisa terjadi karena survival of the fittest, yang mampu bertahan adalah yang paling mampu menyesuaikan diri. Dengan perkembangan peradaban, kemampuan menyesuaikan diri itu sudah bukan hanya kemampuan fisik saja, tapi mencakup kekuasaan, kekayaan dan teknologi. 

Eugenics akan terjadi, dimana hanya genetika2 ungulan saja yang dipertahankan untuk hidup, selebihnya akan dimusnahkan dengan genocide melalui bioteknologi yang tidak terdeteksi tetapi mampu menghasilkan pemusnahan secara massal. Itulah sebabnya mengapa negara China juga berlomba2 dalam hal genetika dan nanobiotechnology. Mereka tentunya tidak mau dimusnahkan secara massal dengan cara yang sangat mudah. 

Nah untuk negara2 melarat semacam Indonesia ini ngga usah terlalu berharap banyak. Tinggal pilih mau mati kena virus flu, anthrax atau AIDS. Atau mungkin juga akan muncul virus2 GMO (genetics modified) jenis baru yang sangat mematikan. Setelah negara2 melarar punah semua, para member the New World Order cukup mengambil alih semua wilayah dan kekayaan alamnya sehingga mereka bisa hidup lebih layak dengan populasi yang hanya 5-10% saja.

Jangan pernah berharap tuhan akan turun tangan mengatasi hal ini. Fakta2 sejarah membuktikan tuhan tidak pernah muncul dan in action. Dan jangan menganggap ini hanyalah hoax, karena mereka hanya memiliki tiga pilihan, mau mati duluan karena depopulasi, atau mati menderita karena kekurangan pangan akibat populasi yang membengkak, atau membuat orang lain yang mati duluan. Survival of the fittest tetap akan berlanjut sampai kapanpun.

No comments:

Post a Comment