Saturday, January 19, 2013

Hukuman Berupa Musibah

Ada seorang anak bermain mobil2an dengan remote control. Tidak berapa lama mobil2an itu bejalan secara kacau dan tidak bisa dikendalikan lagi dengan remote control. Setelah dicoba berkali2 tetap begitu, si anak menjadi sebel dan akhirnya membanting mobil2an tersebut sampai hancur.

Di sisi lain, ada orang2 yang berasumsi bahwa apapun musibah yang muncul pada suatu daerah, seperti misalnya banjir di Jakarta, adalah hukuman dari tuhan karena manusia sudah berpaling dari semua aturan2 tuhan.



Kita bisa melihat kemiripan dua dongeng di atas. Begitu ada penyimpangan terhadap prosedur baku yang sudah ditentukan dari awal, maka produk tersebut harus dirusak atau dihancurkan.

Terkesan sadis? Iya memang. Tetapi kesan yang lebih buruk lagi adalah terkesan bodoh. Pada kasus si anak itu sebetulnya mobil2an masih bisa diperbaiki. Pada kasus musibah tuhan lebih membuktikan kebodohan orang2 yang mempercayai bahwa tuhan yang konon maha hebat itu ternyata bisa menghasilkan produk yang gagal dan malahan berusaha menghancurkan produk gagal tersebut dengan musibah.

Oleh karena itu para sahabatku yang cerdas dan baik hati, jangan pernah berharap bahwa kebodohan orang2 itu harus dihilangkan. Biarlah mereka seperti apa adanya karena bisa bermanfaat sebagai tolok ukur apakah kebodohan kita semakin meningkat mendekati kebodohan mereka, atau semakin menurun menjauhi kebodohan mereka.

No comments:

Post a Comment