Thursday, January 3, 2013

Kesadaran

Ada sebagian orang yang terobsesi dengan kata "kesadaran". Mereka mendongeng bahwa kesadaran itu harus ditingkatkan padahal mereka tahu persis bahwa kesadaran itu tanpa tolok ukur dan tidak ada serangkaian test untuk menguji sampai seberapa tinggi level kesadarannya. Ada juga sebagian orang yang berasumsi bahwa kesadaran bisa dimulai dari pengenalan terhadap diri padahal pengenalan anatomi diri ini sudah terjadi sejak dari bayi. 

Sebetulnya yang mereka namakan kesadaran itu tidak lebih dari pengetahuan saja. Sebagai contoh, jika si A sudah mampu mengenali perilakunya yang kasar dan biyayakan sehingga sering menimbulkan ketidaknyamanan pada orang lain, disebut si A telah mendapatkan pencerahan dan kesadarannya meningkat. Sedangkan jika si B mengenali perilaku seekor kucing yang suka mencuri ikan di meja makan, disebut si B telah memiliki pengetahuan bahwa kucing tersebut memang bandel.

Mengapa pada kasus pertama (perilaku kasar) disebut kesadaran sedangkan pada kasus kedua (kucing suka mencuri) disebut pengetahuan? Alasannya karena manusia itu suka berpuisi dan membuat kata2 mutiara. Segala macam pengetahuan tentang diri, lingkungan ataupun alam semesta ini pada dasarnya adalah pengetahuan, bukan kesadaran. Pengetahuan tentang perilaku diri dan pola pikir diri itu kemudian disebut oleh sebagian orang sebagai "kesadaran", sedangkan pengetahuan tentang hal2 lain di luar diri tetap disebut sebagai "pengetahuan". Bagaimana dengan pengetahuan tentang cara bekerjanya pikiran, jantung atau ginjal yang ada di dalam diri anda, apakah itu masih bisa disebut "kesadaran"?

Jadi sebetulnya yang dimaksudkan dengan kesadaran oleh para pembuat kata2 mutiara itu sebetulnya adalah berusaha mengenali semua pola pikir dan perilaku kita, dan kemudian berusaha memperbaiki mana2 yang dirasa masih belum sempurna. Berusaha tidak selalu berhasil. Kesadaran meningkat belum tentu otomatis menjadi ascending master kalau usaha2 perbaikannya selalu gagal. Tetapi kalau usahanya sudah berhasil dan sudah mampu membuat orang selalu senang berada di dekatnya, senang berdiskusi dengannya, tidak pernah menyakiti hati orang, bolehlah disebut sebagai sufi sejati atau ascending master.

Ada sebagian orang lagi yang menyebutkan bahwa kesadaran itu adalah menyadari hubungan antara khalik dan makhluknya, atau antara tuhan dan penciptanya, tetapi kesadaran semacam ini adalah kesadaran semu yang sangat dipengaruhi oleh intelejensia kita. Kesadaran semacam ini sebetulnya hanyalah imajinasi dan persepsi saja. Semua orang bebas berimajinasi dan berpersepsi apakah tuhan itu mencipta, apakah tuhan itu pengasih, apakah tuhan itu suka marah, apakah tuhan itu bertangan enam ataupun apakah tuhan itu nothing. Yang penting hindari membuat kata2 mutiara tentang "kesadaran" sebelum kita tahu persis apa yang dimaksud dengan "kesadaran" itu.

2 comments:

  1. hola2 mas lambang.... :D
    lama gak jumpa di blog yah :)

    ReplyDelete
  2. Hallo mas... Ini KangTono tho.. apa kabar.

    ReplyDelete