Saturday, June 15, 2013

Kebetulan - Kepastian


Kita amati dua aksi berikut ini:

1. Hari ini saya memasak beras.
2. Hari ini saya jalan2 ke mall.

Kedua aksi itu adalah dua hal yang sudah direncanakan sebelumnya. Jika saya masak beras, kemungkinannya hanya ada sedikit yaitu: tetap jadi beras (karena kompor mati), jadi nasi, jadi bubur atau jadi arang (karena gosong). Itu adalah probabilitas yang bisa muncul dari memasak beras. Probabilitas yang terbatas, tidak banyak pilihan. Apakah jika beras itu kemudian jadi bubur, bisa saya sebut kebetulan jadi bubur? Tentu tidak, karena saya sudah tahu jika airnya terlalu banyak dan masaknya terlalu lama, beras PASTI akan jadi bubur, bukan kebetulan jadi bubur.

Dari mana saya bisa membedakan antara sebuah kepastian dan sebuah kebetulan? Itu bisa diketahui dari pengalaman masa lalu dan mengamati kejadian yang sama. Kalau yang pasti, biasanya sudah ada aturan2 yang menghasilkan kepastian itu. Sudah ada rumusan bakunya. Sudah ada prosedurnya. Ini bisa disebut sebagai sebuah kepastian yang berasal dari sebuah design. Beras dimasak tidak mungkin menjadi soto ayam atau mie goreng, karena dalam DESIGN-nya, beras hanya mampu menjadi nasi, bubur atau arang.

Sekarang kita bahas aksi yang ke 2, yaitu jalan2 di mall. Jalan2 ini bisa memberikan probabilitas yang lebih besar dan bisa memberikan alternatif yang lebih banyak. Di mall saya bisa ketemu penjual sepatu, ketemu penjual makanan, dan yang paling penting, saya bisa ketemu teman saya yang sudah lama tidak berjumpa. Pertemuan dengan teman lama itu bisa disebut sebagai kebetulan.

Benarkah pertemuan itu murni sebuah kebetulan? Jika kita runut2 dari probabilitas yang ada, saya hari ini bisa jalan2 ke mall mana saja. Teman sayapun hari ini juga bisa jalan2 ke mall mana saja atau tetap diam di rumah. Probabilitas saya dan probabilitas teman saya kemudian berinteraksi dan bisa menghasilkan sebuah kejadian yang disebut sebagai kebetulan. Yang jelas, probabiltas saya juga terbatas karena pada hari ini tidak mungkin saya berada di Paris karena kalau jalan2 ke Paris itu besok baru sampai, bukan hari ini. Apalagi kalau jalan2 ke bulan, itu jelas tidak mungkin terjadi pada saat ini.

Dari banyaknya probabilitas yang ada, walaupun probabilitas itu juga terbatas, kita tidak mampu mengenali lagi ribuan penyebab apa saja yang mengakibatkan pertemuan itu. Untuk gampangnya kita menyebutkan itu sebagai sebuah kebetulan, padahal jika kita mampu mengenali semua parameter2 yang mengakibatkan pertemuan itu, lalu kemudian menghitungnya, kita akan menyebut itu sebagai sebuah KEPASTIAN. Kepastian yang berasal dari sebuah design.

Kesimpulan: Di alam ini tidak ada yang disebut kebetulan. Kita menyebutnya sebagai kebetulan karena kita tidak mengetahui parameter2 apa yang menyebabkan terjadinya sebuah peristiwa, dan itu sah2 saja disebutkan dalam sebuah pembicaraan umum. Yang penting jangan pernah berasumsi bahwa kebetulan itu terjadi begitu saja tanpa penyebab, karena sesungguhnya kebetulan itu adalah sebuah kepastian dengan parameter yang sangat banyak dan rumusan yang sangat kompleks.

No comments:

Post a Comment