Tuesday, August 27, 2013

Tuhan Sebagai Sebuah Nama

Menyambung artikel sebelumnya yang berisi penjelasan tentang nama, berikut ini akan dibahas tentang nama "tuhan".

Jika ada si A mengatakan kepada si B, "Kamu naik taksi saja ke kantor", tentu yang dimaksudkan adalah taksi yang umum seperti gambaran yang pernah dilihat oleh banyak orang, karena hampir sebagian orang pernah melihat taksi. Dalam asumsi mereka, taksi adalah mobil sedan keluaran 5 tahun terakhir yang joknya nyaman dan dilengkapi dengan AC. Jarang ada yang berasumsi bahwa taksi adalah mobil kijang doyok yang diubah menjadi odong2 dengan kursi kayu dan tanpa AC.

Tetapi jika si A mengatakan kepada si B, "kamu makan buah saja supaya kamu tidak mudah mengantuk di siang hari", maka si B akan bertanya, "Buah yang mana"? Si B bertanya karena nama "buah" itu terlalu generik, apalagi buah yang bisa menghilangkan rasa mengantuk. Biasanya si A kemudian menjelaskan buah yang dimaksud itu.
Lain halnya jika si A mengatakan kepada si B, "Kamu harus beribadah kepada tuhan supaya hidupmu selamat dunia dan akhirat", mengapa si B tidak pernah bertanya balik, "Tuhan yang mana?" Bukankah nama "tuhan" itu lebih generik lagi dibandingkan nama "buah" atau nama "taksi"? Apalagi mereka berdua juga belum pernah melihat "tuhan yang umum" itu seperti apa.  

Jadi walaupun "tuhan" itu hanyalah sebuah nama, tidak ada orang yang pernah melihatnya, tetapi banyak orang yang berasumsi bahwa semua orang itu sudah tahu yang dimaksud dengan tuhan itu yang mana. Ini adalah kesalahan berlogika yang sudah ditanamkan sejak kecil, yang intinya adalah manusia harus BERPURA-PURA tahu tuhan itu seperti apa, walaupun kalau ditanya satu persatu mereka BISA memberikan definisi yang berbeda2 terhadap nama "tuhan" itu sendiri.

Jika kita sudah paham bahwa "tuhan" itu hanyalah sebuah nama generik yang tidak berbeda jauh dengan nama "taksi" atau "buah", terlebih lagi tidak ada orang yang tahu persis tuhan itu apa siapa dan bagaimana, seharusnya kita mulai berani bertanya, "Tuhan yang mana yang anda maksudkan?"

No comments:

Post a Comment